Poems by Agron Shele / Translated into Bahasa Malaysia by Siti Ruqaiyah HASHIM 

Poems by Agron  SHELE

 

BAHASA MALAYSIA

Aku Tahu……..!

Aku tahu Satu hari kelak, kau akan faham Bulu burung tertinggal sebagai bukti burung telah terbang Hilang jauh dari horizon Tidak berpatah balik Kerana tiada perlindungan Tersangat marah Pergi teramat jauh Kebimbangan bebayang yang terlepas lari

Aku tahu Penghijrahan ini bukan kerana hari hujan Bukan juga kerana bunga yang berkembang Ianya adalah pelarian luar biasa ke arah masa , bila udaranya berbau kelukaan buminya Kematian dedaun suci di bawah makna kehidupan hingga membawa kegilaan

Aku tahu Kegelapan membawa kesepian malam Tiada cahaya, yang memberikan mu harapan Tiada mimpi, yang memberikan mu kebebasan Tiada hari esok Hanya fajar yang bersangkut dengan bebayang kehidupan dalam kekacauan
Dan ia terasa seperti racun pada harapan yang musnah

Aku tahu jeritan itu akan meruntuhkan tembok memori yang telah hancur Dan apa yang telah mati akan hidup semula Tiada lagi rasa dengki yang terperangkap dalam jaringan lelabah
Juga orang ramai yang rakus dan Raja-raja yang tidak bermahkota

POEM WRITTEN BY AGRON SHELE FROM ALBANIA/BELGIUM
TRANSLATED INTO BAHASA MALAYSIA BY 
SITI RUQAIYAH HASHIM 
FROM COMING PEACE POEM ANTHOLOGY 
PHOTO IBRAHIM HONJO 
EDITED BY JOHAN JASRIL HAMZAH 
COPYWRIGHT RESERVED

 

I know…!

I know
One day , you will understand
Feathers stay as proof of a flying bird
Lost far away from the horizon
No turning back
No shelter
Very angry
Far away
Anxiety of an escaped shadow

I know
That this emigration has nothing in common with rainy days
Neither the blooming flowers
It is an unusual escape towards time , when the air smells the pain of earth .
Death of innocent leaves under the meaning of life until madness

I know
that the darkness brings lonely nights
No light , that gives you hope
No dreams , that give you freedom
No tomorrow
But only a dawn related to the shadows of life in chaos .
It feels like the poison of broken hopes

I know
that scream will destroy the walls of broken memories
And what is dead will return to life
No more envy trapped in a spider web
And the voracious crowds and Kings without crowns.


BAHASA MALAYSIA

JANGAN TANYA KEPADA PENYAIR

Jangan tanya kepada penyair tentang mentari naik Bagaimana subuh terbit awal Bagaimana mentari membunuh mu dengan kehangatannya Dan kau dapat melihat jalan yang telah separuh dilalui tinggal di masa lalu ditempat ianya ditinggalkan Dengan visi yang membuatkan mata mu bersinar dan engkau merasa lebih hidup daripada selalunya
Usah tanyakan kepada penyair tentang senja paling muram dilalui yang dipenuhi rasa kasihan atau bulan kesepian terbenam di dasar tasik yang sedang terbakar oleh marak api sebutir bintang yang sedang jatuh seperti bebayang kekal seorang wanita yang telah pulang ke pangkal jalan
Usah tanyakan penyair tentang kesedihan di dunia ini Bagaimana lukannya bersamaan nama dan muram musim gugur Seperti malaikat yang sesat di dunia yang tidak secocok dengannya Puisinya disebarkan merata dunia dan kami dapat mendengar jeritannya terpahat dalam bab sedih sebuah buku
Paling penting, jangan tanya penyair tentang cinta Ianya akan merobek hati mu kerana titisan ceritanya seperti dosa bertaburan di pelangi pancawarna musim membunuh diri pun jadi gemilang oleh perangai keanak-anakan dan tuhan-tuhan disepak jatuh sampai bila-bila

POEM WRITTEN BY AGRON SHELE FROM ALBANIA/BELGIUM 
TRANSLATED INTO BAHASA MALAYSIA BY SITI RUQAIYAH HASHIM 
FROM COMING PEACE POEM ANTHOLOGY
PHOTO SITI RUQAIYAH HASHIM 
COPYWRIGHT RESERVED

 

Never Ask a Poet !

Never ask a poet about the daylight ,
How the dawn rises early How the sun kills you with it warmness you can see the half paths remaining in the past where you first left them That vision where your eyes start to sparkle and you feel more alive than ever

Never ask a poet about the days that go from the deepest twilights all covered in pity , a lonely moon drowned in a plain lake burned alive with the flames of a fallen star
like a permanent shadow of a repentant woman

Never ask a poet how sad is the world
How his pain holds the name of autumn
Like a fallen angel lost in a world he can’t fit in
His pieces distributed everywhere and you can hear his scream carved as a chapter in a sad book

Most importantly , never ask a poet about love
It breaks your heart,
leaks like a sin over a rainbow full of colours
Suicidal seasons shine from the innocent spirits and gods knocked down until forever.

 

Siti Ruqaiyah HASHIM 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

w

Connecting to %s