MY MUSE (DEWI KU) – Agron  SHELE / Translated into BAHASA MELAYU by Siti Ruaqaiyah HASHIM 

Poem by Agron  SHELE

 

MY MUSE

My muse! 
What beauty do you hide inside sunsets?
What dreams resurfaced beyond freedom?
What song is playing through an abysmal terrain?
What rays is it demanding in the darkening evenings?

My Muse!
Remained on top of a silent abyss,
I am attacking silence through a dissolved eternity.
Everywhere I see an elderly dusk
appears on any corner a revitalized sunrise.

My muse!
Years and grey hair just like giant rocks,
Are whitened in hidden clouds.
Carved soul from a dried pen,
Is shaken, torn apart, away in the unknown.

My muse!
Perhaps you arrived as punishment within drunkenness
Or as a shivering game of dizziness?
I breathe girl’s eyes hidden in you
And tears returned into a topaz.

My muse!
As a blessed breath pressing in forgiveness,
Since we awoke as poets in a sun rise.
Peaceful Sun sets brewing life
Days are going faster with a fast track….

 

DEWI KU

Dewi ku!
Keindahan apakah yang kau sembunyikan dalam senjakala?

Mimpi apakah yang menjelma semula selepas kebebasan?
Lagu apakah yang bermain pada cerun dalam tidak terduga?
Cahaya apakah yang meruntun mu waktu malam semakin
kelam?

Dewi ku!
Kekallah duduk lebih tinggi daripada kaki lima gereja
Aku menyerang kesenyapannya melalui kekekalan yang semakin hanyut
Di mana-mana juga ku temuai senjakala yang semakin larut
Muncul di setiap sudut mentari pagi yang menjelma semula.

Dewi ku!
Tahun-tahun yang berlalu dan uban hanyalah seperti batu-batu besar

Yang memutih dalam gumpalan awan terlindung.
Jiwa yang terukir daripada pen yang kering dakwatnya
Bergoncang, terkoyak, habis tanpa diketahui,

Dewi ku!
Mungkin engkau tiba sebagai seksaan dalam kemabukan ku

Atau sebagai kegilaan yang memeningkan dan menggigilkan

Aku menghirup pandangan wanita muda dalam minda mu
Dan air mata kembali menjadi permata.

Dewi ku!
Sebagai hembusan nafas memohon keampunan
Sejak kita bangun di pagi hari sebagai penyair
Mentari keamanan muncul menghembuskan kehidupan
Hari-hari semakin pantas berlalu di landasan laju….

 


Translated into BAHASA MELAYU by Siti Ruaqaiyah HASHIM 
COPYWRIGHT RESERVED.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s